Tangerang - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten), memastikan kesiapan pelayanan karantina di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta menjelang Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI yang akan dilaksanakan pada Jumat (17/7). Kunjungan tersebut dijadwalkan meninjau secara langsung pelayanan karantina kepada pengguna jasa, kesiapan Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Bandara Soekarno Hatta, serta Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap mitra kerja di sektor pertanian, kelautan, kehutanan, termasuk Badan Karantina Indonesia.
Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai upaya transformasi pelayanan yang terus dilakukan Badan Karantina Indonesia dalam memberikan layanan yang cepat, modern, transparan, dan berbasis ilmiah.
"Badan Karantina Indonesia terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan karantina agar semakin responsif, modern, dan mampu menjawab tantangan global. Kami memastikan setiap proses karantina berjalan cepat, akurat, dan transparan sehingga tidak hanya melindungi sumber daya hayati nasional, tetapi juga mendukung kelancaran perdagangan serta meningkatkan kepercayaan mitra internasional," ujar Shahandra Hanitiyo, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/7).
Ia menjelaskan, kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat dukungan terhadap kebijakan, penguatan sarana dan prasarana, pengembangan teknologi, serta anggaran sektor karantina agar mampu menjawab tantangan globalisasi perdagangan dan meningkatnya ancaman hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan.
"Karantina merupakan elemen krusial dalam sistem biosekuriti nasional yang tidak dapat dipisahkan dari upaya melindungi sumber daya hayati Indonesia. Dukungan terhadap penguatan layanan dan infrastruktur karantina menjadi investasi penting untuk menjaga ketahanan hayati nasional sekaligus mendukung kelancaran perdagangan yang aman dan berdaya saing," katanya.
Shahandra menambahkan, dalam kunjungan tersebut Komisi IV DPR RI dijadwalkan melihat secara langsung alur pelayanan kepada pengguna jasa, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, hingga penerapan tindakan karantina yang dilakukan sesuai ketentuan. Selain itu, rombongan juga akan meninjau kesiapan Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten yang menjadi tulang punggung pengawasan berbasis ilmiah.
Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari M H mengatakan seluruh unit pelayanan telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan tindakan karantina di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia. Seluruh fasilitas, baik Instalasi Karantina Hewan maupun Laboratorium Terintegrasi, telah kami optimalkan untuk mendukung pelayanan yang profesional dan akuntabel," ujar Duma.

Berdasarkan data Januari–Juni 2026, kinerja pelayanan Karantina Banten menunjukkan aktivitas yang tinggi. Pada layanan sertifikasi, karantina hewan mencatat impor sebanyak 1.875 sertifikat, ekspor 2.873 sertifikat, domestik masuk 4.527 sertifikat, dan domestik keluar 6.112 sertifikat. Karantina ikan mencatat aktivitas ekspor tertinggi dengan 19.603 sertifikat, sedangkan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar sebanyak 23.725 sertifikat. Data tersebut menunjukkan bahwa Karantina Banten tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan.
Selain pelayanan sertifikasi, Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banten terus mendukung pelaksanaan tindakan karantina terhadap hewan yang dilalulintaskan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, 6 ekor kuda, dan 8 ekor reptil. Di fasilitas tersebut dilakukan observasi kesehatan, isolasi, pengasingan, perlakuan, serta penerapan sistem biosekuriti secara berlapis melalui pengendalian akses, desinfeksi, dan pemisahan zona bersih dengan zona risiko untuk mencegah kontaminasi silang.
Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten juga menjadi salah satu fasilitas yang akan ditinjau dalam kunjungan tersebut. Laboratorium berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina melalui pengujian diagnostik terhadap media pembawa hewan, ikan, tumbuhan, serta keamanan mutu pangan dan pakan.
Selama Januari hingga Juni 2026, Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten telah melaksanakan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan. Tingginya jumlah pengujian tersebut menunjukkan peran strategis laboratorium dalam menjamin keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas yang memenuhi standar nasional maupun internasional.

Menurut Duma, keberadaan Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan karantina yang modern, cepat, dan berbasis ilmiah.
"Kami berharap kunjungan Komisi IV DPR RI dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran strategis karantina di pintu masuk negara sekaligus memperkuat dukungan terhadap peningkatan fasilitas, kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi sehingga pelayanan karantina semakin optimal dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengapresiasi berbagai upaya penguatan pelayanan yang dilakukan Badan Karantina Indonesia. Menurutnya, Bandara Soekarno-Hatta memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama keluar masuk komoditas sehingga membutuhkan sistem karantina yang kuat.
"Karantina merupakan benteng pertama negara dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Kami melihat pelayanan sudah berjalan dengan baik, namun penguatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia tetap perlu menjadi perhatian agar perlindungan terhadap sumber daya hayati nasional semakin optimal," ujar Abdul Kharis.
Kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Badan Karantina Indonesia dan DPR RI dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan, penguatan biosekuriti, serta penyediaan sarana dan prasarana karantina yang modern guna menjaga keamanan hayati Indonesia sekaligus mendukung kelancaran perdagangan nasional maupun internasional.



