Logo

Barantin Siap Kawal FLOII Expo 2026, Perkuat Ekspor Tanaman Hias dengan Biosecurity

4 Agustus 2026
37 dibaca
Barantin Siap Kawal FLOII Expo 2026, Perkuat Ekspor Tanaman Hias dengan Biosecurity

Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan komitmennya mendukung penyelenggaraan Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 sebagai ajang strategis untuk memperkuat daya saing ekspor tanaman hias Indonesia di pasar global. Dukungan tersebut disampaikan Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat menerima audiensi penyelenggara FLOII Expo 2026 di Jakarta, Selasa (4/8).

Karding menilai FLOII Expo yang memasuki penyelenggaraan ke-5 tidak hanya menjadi ajang promosi industri florikultura nasional, tetapi juga momentum memperluas investasi, membuka akses pasar ekspor, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam perdagangan tanaman hias dunia.

"FLOII Expo merupakan salah satu pameran florikultura terbesar di Indonesia yang diharapkan menjadi wadah inovasi, investasi, serta promosi ekspor tanaman hias nasional ke pasar global," ujar Karding.

Ia mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan FLOII Expo 2026, Barantin siap memberikan layanan secara menyeluruh, mulai dari konsultasi regulasi, pendampingan teknis, edukasi biosecurity, Klinik Karantina, Klinik Ekspor, hingga pemanfaatan teknologi IQA AI.

Dukungan tersebut juga mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan, mulai dari persiapan sebelum pameran, pelaksanaan kegiatan, hingga pendampingan pasca-pameran melalui fasilitasi business matching dan penguatan jejaring perdagangan.

Ia juga menyampaikan prospek perdagangan tanaman hias Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Best-Trust, sepanjang tahun 2025 Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan tanaman hias sekitar US$15–16 juta, dengan nilai ekspor mencapai US$34–36 juta, sementara nilai impor berada pada kisaran US$18–20 juta. Aktivitas perdagangan juga terus meningkat, tercermin dari diterbitkannya 20.037 sertifikat ekspor dan 3.586 sertifikat impor tanaman hias selama periode Januari hingga Juli 2026.

Menurut Karding, peningkatan perdagangan tersebut harus diimbangi dengan sistem perlindungan hayati yang kuat. Karena itu, Barantin terus mengimplementasikan prinsip Trade Facilitation with Strong Biosecurity, yaitu memfasilitasi kelancaran perdagangan internasional sekaligus memastikan perlindungan terhadap sumber daya hayati Indonesia.

"Setiap kegiatan perdagangan internasional yang melibatkan tanaman hidup memiliki potensi risiko masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), hama invasif, penyakit baru, maupun kontaminasi media tanam. Karena itu, penerapan biosecurity yang ketat menjadi syarat utama agar perdagangan tetap aman dan berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Aroid Society, Anjasmara, menanggapi baik dukungan yang diberikan oleh Barantin pada FLOII Expo 2026 ini. Menurutnya, dukungan ini akan membuka lebih lebar jenis tanaman yang akan dipamerkan di kegiatan ini.

"Dengan dukungan Barantin dalam FLOII 2026, akan membuka peluang bagi tanaman - tanaman yang "rare" dari luar negeri untuk mengikuti pameran," jelas Anjasmara.

Melalui kolaborasi ini, Barantin menargetkan terwujudnya kemitraan resmi yang mampu meningkatkan ekspor tanaman hias Indonesia, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi karantina, memperluas edukasi biosecurity kepada masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan UMKM florikultura nasional.

Bagikan Berita