Logo

Bersama Presiden RI, Kepala Barantin Dukung Penguatan Budi Daya Udang Modern

23 Mei 2026
49 dibaca
Bersama Presiden RI, Kepala Barantin Dukung Penguatan Budi Daya Udang Modern

Kontributor

Agung
Penulis
Agung
Agung
Editor
Agung

Kebumen – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menghadiri kegiatan Panen Raya Udang di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan dihadiri secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Sabtu (23/5).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden RI meninjau langsung kawasan tambak budi daya, menyaksikan proses panen raya udang, serta melihat kegiatan penyortiran hasil panen di bangsal panen. Kepala Barantin turut mendampingi rangkaian agenda bersama Kapolri, Listyo Sigit, Panglima TNI, Agus Subianto, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP, Didit Herdiawan, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia berkat potensi yang dimiliki saat ini. Kepala Negara mengungkapkan bahwa produktivitas tambak udang sangat menjanjikan, di mana satu hektare lahan dapat menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga jual mencapai Rp70 ribu per kilogram atau sekitar Rp70 juta per ton.

Selain menunjukkan prospek ekonomi yang besar, Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun. Kehadiran kawasan budi daya modern tersebut juga turut membuka lapangan kerja dengan menyerap ratusan tenaga kerja di wilayah sekitar.

Kehadiran Kepala Barantin pada kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Badan Karantina Indonesia dalam memperkuat sistem jaminan kesehatan komoditas perikanan, khususnya udang sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.

Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa budi daya udang modern merupakan sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan akselerasi ekspor produk perikanan Indonesia.

“Sebagai fasilitator perdagangan, Barantin berkomitmen mendukung pengembangan budi daya udang melalui pengawasan lalu lintas komoditas perikanan yang aman, sehat, dan memenuhi standar, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global,” ungkap Abdul Kadir Karding.

Kegiatan panen raya yang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor kelautan dan perikanan, sekaligus mendukung implementasi program Ekonomi Biru menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Berita