Dari Aceh untuk Rakyat: Sinergi Menyambut Bantuan Sapi Kurban Presiden RI
Komitmen menghadirkan hewan kurban yang sehat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Aceh terus diperkuat melalui rapat koordinasi rencana pengadaan bantuan kemasyarakatan (banmas) berupa sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia.
Bertempat di Aula Dinas Peternakan Aceh, rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Safridhal, serta dihadiri oleh Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Aceh, drh. Ibrahim, Kepala BPTU-HPT Indrapuri Dayat, S.Pt., M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan USK Reza Ferasyi, M.Sc., Ph.D, serta seluruh Kepala Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Aceh.
Dalam forum ini, peran BKHIT Aceh menjadi sangat krusial sebagai garda terdepan dalam menjamin kesehatan dan keamanan hewan kurban. Melalui pengawasan ketat, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta sertifikasi karantina, BKHIT Aceh memastikan setiap sapi yang akan disalurkan telah memenuhi persyaratan teknis dan bebas dari penyakit hewan menular.
Tidak hanya itu, BKHIT Aceh juga berperan dalam mengawal proses lalu lintas ternak, memberikan rekomendasi teknis, serta memastikan penerapan prinsip biosekuriti di setiap tahapan—mulai dari sumber ternak hingga titik distribusi. Peran ini menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan Presiden.
Rapat ini membahas secara komprehensif kesiapan teknis, mekanisme pengadaan, hingga strategi distribusi yang tepat sasaran. Sinergi lintas instansi yang terbangun menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
Dengan kolaborasi yang solid, Aceh optimis mampu menghadirkan sapi kurban yang tidak hanya layak secara syariat, tetapi juga terjamin sehat, aman, dan berkualitas—sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.


