Logo

Dibalik Senyap Laboratorium, Barantin Jaga Pangan Nasional

28 April 2026
78 dibaca
Dibalik Senyap Laboratorium, Barantin Jaga Pangan Nasional

Jakarta — Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat peran strategis laboratorium karantina hewan dalam menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan nasional.

Komitmen mendukung peran tersebut, Deputi Karantina Bidang Hewan, Sriyanto, meninjau langsung kegiatan pengujian karantina hewan di Laboratorium Balai Besar Karantina Uji Standar (Karantina Uji Standar), Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (27/04). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh proses pengujian berjalan sesuai standar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Deputi Karantina Hewan, Sriyanto, menegaskan bahwa laboratorium karantina memiliki peran krusial dalam sistem perlindungan pangan nasional. “Laboratorium karantina adalah benteng awal dalam menjaga keamanan komoditas. Setiap hasil pengujian menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam mencegah masuk serta penyebaran penyakit, cemaran mikroba maupun residu kimia berbahaya.”

Ia menambahkan bahwa penguatan laboratorium merupakan investasi strategis bagi masa depan pangan Indonesia.”Dengan sistem pengujian yang kuat dan terstandar, kita memastikan produk asal hewan yang beredar aman, sehat, utuh, dan halal. Ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan serta meningkatkan daya saing produk nasional di tengah dinamika global,” tegasnya

Sriyanto menyampaikan tercatat sepanjang Januari hingga Maret 2026, Laboratorium Karantina Hewan di Karantina Uji Standar mencatat, meliputi LSD (13 sampel), Salmonella sp. (175), Escherichia coli (171), coliform (173), total cemaran mikroba (170), serta Staphylococcus aureus (173). Pengujian ini merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap kesehatan hewan dan keamanan pangan.

“Selain itu, pengujian pada Laboratorium Keamanan dan Mutu Pangan/Pakan terhadap produk hewan juga berlangsung, meliputi logam Aluminium (863 sampel), Pb (242), Cd (243), As (242), dan Hg (246). Parameter lain yang diuji meliputi H₂O₂ dan SO₃ (masing-masing 407 sampel), serta NO₃ (27 sampel) pada periode yang sama,” jelasnya

Sriyanto menegaskan melalui penguatan kapasitas laboratorium yang berkelanjutan, Barantin optimistis dapat terus menjadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers Badan Karantina Indonesia
Nomor: 3004/R-Barantin/04.2026
Jakarta, 27 April 2026

Bagikan Berita