Logo

Karantina Indonesia Kawal Sukses Ekspor Durian Parigi Moutong Ke Pasar Global

28 Mei 2026
97 dibaca
Karantina Indonesia Kawal Sukses Ekspor Durian Parigi Moutong Ke Pasar Global

Karantina Indonesia Kawal Sukses Ekspor Durian Parigi Moutong Ke Pasar Global

Palu - Badan Karantina Indonesia (Barantin) berkomitmen mendukung dan mendorong ekspor produk unggulan daerah di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya durian. Kolaborasi dan sinergitas bersama Pemerintah Provinsi difokuskan membangun ekosistem durian nasional untuk kepentingan ekspor jangka panjang komoditas tersebut.

Hal ini diungkapan oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding pasca audiensi dengan Pemprov Sulteng bersama Forkompinda dan stakeholder terkait serta pelaku usaha. Saat ini saya (Abdul Karding) terjun langsung meninjau PH (packing house)/ rumah kemas produk durian beku yang sudah ekspor dan bertatap dialog langsung dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan petani durian, Kamis (28/5).

"Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu titik penting dan strategis dalam rantai ekspor durian ke Tiongkok karena proses hulu hingga hilirnya," ucap Karding.

Lebih lanjut, Karding menjelaskan 3 dari total 7 rumah kemas sudah teregistrasi IKT oleh Barantin dan akses ekspor langsung durian ke Tiongkok menjadi pondasi kuat yang perlu dukungan kolaborasi dan sinergi bersama agar berlangsung jangka panjang karena sangat berdampak panjang perekonomian daerah baik iklim investasi maupun kesejahteraan petani.

"Implementasi nyata dalam komitmen tersebut Badan Karantina Indonesia memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha dan petani durian di Kabupaten Parigi Moutong guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan, khususnya pasar Tiongkok," imbuhnya

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi optimalisasi ekspor durian Sulawesi Tengah yang saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan nasional.

Pendampingan karantina dilakukan secara menyeluruh mulai dari ketertelusuran dari pemenuhan registrasi kebun yang disetujui otoritas berwenang, registrasi rumah kemas (Packing House) yang memenuhi manajemen mutu, ketertelusuran (Traceability) dari kebun, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) hingga keamanan pangan terkait residu pestisida dan kontaminan.

Kontribusi nilai ekspor Karantina Tahun 2025 terhadap ekonomi daerah sangat nyata. Berdasarkan data Best-Trust dan BPS Provinsi Sulteng, nilai ekspor karantina menyumbang 7,31% terhadap PDRB komponen ekspor Sulawesi Tengah. Secara khusus, ekspor durian sendiri memberikan kontribusi sebesar Rp 304,4 Miliar terhadap perekonomian Sulawesi Tengah.

Karding menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor durian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan. Oleh karena itu, Karantina hadir memberikan pendampingan teknis kepada petani, kelompok tani, hingga eksportir agar proses ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase yang hadir langsung mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia sangat apresiasi dukungan penuh yang diberikan pada daerahnya. Kabupaten Parigi Moutong sendiri memiliki potensi besar sebagai sentra durian unggulan di Sulawesi Tengah selain sebagai sentra pangan (beras). Hampir semua sebaguan besar jenis durian super tembaga, musangking, duri hitam, montong, bawor dan petruk.

"Kami tentunya sangat berbangga Komoditas durian asal Kabupaten Parigi Moutong telah berhasil menembus pasar Tiongkok melalui ekspor durian beku dari awal tahun 2026 hingga saat ini. Pemerintah menilai peluang pasar global, khususnya Tiongkok, masih sangat terbuka lebar dengan tingginya permintaan. Olehnya kami pemerintah daerah akan terus berupaya mengawal kepercayaan pasar ini karena langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan petani durian di daerah," ujarnya

Keberhasilan ekspor ini menjadi momentum penting untuk menjadikan Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Parigi Moutong sebagai pusat pengembangan komoditas hortikultura berdaya saing global serta mendukung program hilirisasi dan peningkatan ekspor nasional. Hal ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo dengan menempatkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan UMKM sebagai fondasi utama penguatan ekonomi masyarakat.

Narahubung:

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers

Badan Karantina Indonesia

Nomor : 4405/R-Barantin/05.2026

Palu, 28 Mei 2026

Bagikan Berita