Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bergerak cepat memperkuat tata kelola logistik nasional guna menutup rapat celah potensi korupsi. Langkah strategis ini ditempuh melalui penguatan sistem layanan yang transparan, terintegrasi, dan berintegritas tinggi. Komitmen nyata tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, dengan Koordinator Harian Stranas PK, Didik Mulyanto, di Kantor Barantin, Jumat (3/7).
Pertemuan intensif ini berfokus pada pelaksanaan Aksi Stranas PK Bidang Logistik periode 2025–2026. Secara khusus, kedua lembaga mematangkan penguatan implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) untuk mendongkrak efisiensi layanan sekaligus mengeliminasi potensi praktik korupsi, pungutan liar, hingga gratifikasi dalam rantai pelayanan logistik nasional.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa transformasi logistik nasional yang tangguh wajib dibangun di atas fondasi sistem yang efektif, berintegritas, dan didukung pengawasan yang ketat.
“Kecepatan layanan harus berjalan seiring dengan penguatan pengawasan agar ruang penyimpangan dapat ditutup total. Barantin berkomitmen penuh menghadirkan pelayanan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Ini bukan hanya untuk mendukung perlindungan sumber daya hayati nasional, tetapi juga memberikan kepastian hukum serta efisiensi bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Abdul Kadir.
Dalam kesempatan tersebut, Barantin menyodorkan sejumlah usulan taktis guna mempercepat pembenahan di lapangan. Usulan tersebut meliputi harmonisasi regulasi lintas kementerian dan lembaga, penyederhanaan proses bisnis layanan, hingga penguatan integrasi sistem pemeriksaan demi meningkatkan efektivitas pengawasan serta kualitas pelayanan publik.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Harian Stranas PK, Didik Mulyanto, mengapresiasi langkah progresif Barantin. Ia menilai kolaborasi aktif antarinstansi merupakan kunci utama dalam meruntuhkan ego sektoral demi terciptanya tata kelola logistik yang bersih.
“Stranas PK berkomitmen penuh untuk menjalankan peran sebagai problem solver dalam mengurai berbagai tantangan operasional logistik di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah mempercepat integrasi sistem antar-lembaga guna menciptakan alur pelayanan yang lebih sederhana, transparan, dan bebas dari celah penyimpangan,” tegas Didik.
Didik menambahkan bahwa pencegahan korupsi yang berdampak sistemik memerlukan penguatan sistem dan kolaborasi lintas sektor yang solid. Dengan sistem pelayanan yang sederhana, transparan, dan didukung mekanisme pengawasan yang kuat, sinergi antara Stranas PK dan Barantin akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang jauh lebih berintegritas.

Audiensi ini menjadi momentum krusial bagi kedua pihak untuk mengawal reformasi tata kelola logistik secara berkelanjutan melalui sistem pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi penuh pada pencegahan korupsi dari hulu ke hilir.




