Logo

Barantin Siap Dukung Pemprov Sulteng Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

26 Mei 2026
90 dibaca
Barantin Siap Dukung Pemprov Sulteng Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Barantin Siap Dukung Pemprov Sulteng Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Palu - Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding lakukan kunjungan kerja perdana ke Propinsi Sulawesi Tengah (26/5). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari dukungan dan penguatan peran strategis serta sinergitas yang terjalin erat dan baik sejauh ini dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Badan Karantina Indonesia mengambil peran strategisnya sesuai amanah UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sebagai garda terdepan negara Republik Indonesia dalam melindungi sumber daya alam hayati, menjaga keamanan pangan, serta mendukung kelancaran lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan.

Abdul Karding menuturkan Barantin sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Barantin memiliki peran strategis dalam mencegah masuk tersebarnya hama penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional.

“Dengan amanah besar dan mulia serta strategis ini, Barantin terus meningkatkan kapabilitas dan memperkuat pengawasan karantina, keamanan hayati terhadap lalu lintas komoditas perikanan yang memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan mutu yang dipersyaratkan pasar internasional, tak hanya disitu Barantin pun turut andil besar dalam mendorong perekonomian daerah maupun nasional,” ucap Abdul Karding.

Kunjungan kerja Kepala Barantin (Abdul Karding) di Sulawesi Tengah ini, diawali dengan audience bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Forkompinda Sulawesi Tengah, OPD lingkup Sulawesi Tengah dan pelaku usaha ekspor.

“Sangat apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama stakeholder lainnya dalam bentuk sinergitas kolaborasi bersama Barantin dalam mendorong komoditas unggulan daerah go internasional seperti yang masih hangat di tahun 2026 ini durian Sulawesi Tengah menjadi primadona telah menembus pasar Tiongkok,” ujar Abdul Karding.

“Tak mudah buah durian kita di ekspor ke Tiongkok dengan identitas langsung asal Sulawesi Tengah tidak lagi melalui negara lainnya sehingga ini tentunya daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global bisa bicara banyak dan sudah tentu petani Sulawesi Tengah akan berimbas dalam kesejahteraannya” imbuh Abdul Karding dalam forum audiense di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Sulawesi Tengah sendiri masih banyak produk potensial ekspor ke pasar internasional seperti yang sudah existing di ekspor pada tahun 2025 dan 2026 berdasarkan data Best Trust ini seperti kelapa bulat, kelapa parut, tuna loin, sidat hidup, kepiting bakau, kerang darah yang telah menembus puluhan negara tujuan ekspor. Selain yang sudah existing tersebut masih banyak produk potesial untuk di ekspor namun perlu dukungan bersama dari Pemerintah Provini Sulawesi Tengah dan stake holder lainnya seperti sarang burung wallet, kakao, manggis, lobster, udang, kerapu hidup, gurita, ikan hias dan produk lainnya.

Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang hadir dalam audiens tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ekspor durian “si emas berduri” asal Sulawesi Tengah ke pasar Tiongkok.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai Tiongkok merupakan pasar potensial dengan permintaan tinggi terhadap produk pertanian, perkebunan, perikanan, dan hasil olahan pangan. Oleh karena itu, pengembangan komoditas unggulan daerah akan terus didorong melalui peningkatan kualitas produksi, pembinaan petani dan pelaku usaha, serta penguatan sistem pengawasan.

“Keberhasilan ekspor ke Tiongkok menjadi momentum besar bagi Sulawesi Tengah untuk terus mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memperkuat kolaborasi dengan Barantin dalam membuka akses ekspor komoditas lainnya ke pasar Tiongkok,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 3905/R-Barantin
Palu, 26 Juni 2026

Bagikan Berita