TANGERANG – Di balik manisnya buah manggis yang siap menembus pasar internasional, tersimpan proses panjang penuh ketelitian dan kewaspadaan. Karantina DKI Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai penjaga gerbang ekspor melalui pemeriksaan ketat terhadap komoditas fresh mangosteen (Garcinia mangostana) tujuan China, Senin (6/4).
Bertempat di gudang packing house di Tangerang, buah manggis diperiksa dengan cermat oleh Petugas Karantina Tumbuhan, Sri Mentari Wulandari dan Elmi Muliya. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Pemeriksaan fisik dilakukan secara detail, disertai verifikasi dokumen yang ketat untuk memastikan kesesuaian dengan standar negara tujuan.
Sorotan utama tertuju pada ancaman serangga hidup, khususnya kutu putih, yang menjadi perhatian serius otoritas karantina China (GACC). Sedikit saja temuan dapat menggagalkan seluruh proses ekspor. Suasana pemeriksaan pun berlangsung penuh kehati-hatian, mengingat ketatnya persyaratan yang harus dipenuhi.
Namun hasilnya memastikan kualitas unggul komoditas Indonesia. Seluruh manggis dinyatakan bersih, sehat, dan bebas dari serangga hidup maupun indikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Dengan demikian, komoditas ini resmi dinyatakan lolos sertifikasi dan siap melanjutkan perjalanan menuju pasar China.
Ekspor ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa nilai ekonomi yang signifikan, mencapai lebih dari satu miliar. Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa komoditas hortikultura Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara petugas karantina dan pelaku usaha dalam menjaga mutu komoditas ekspor. “Setiap komoditas yang diekspor harus melalui proses pengawasan yang ketat. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan produk Indonesia memenuhi standar negara tujuan dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas negara tujuan, termasuk GACC, menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus ekspor. “Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas dan melengkapi dokumen karantina. Dengan begitu, kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia akan semakin kuat,” tambahnya.
Di balik setiap ekspor yang berhasil, terdapat peran strategis Karantina sebagai garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


