Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta (Karantina Yogyakarta) menyelenggarakan kegiatan In House Training bertajuk “Pengambilan Sampel untuk Pemeriksaan Penyakit Ikan” yang dilaksanakan di Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DI Yogyakarta, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi petugas karantina di bidang pengawasan kesehatan ikan dan deteksi penyakit ikan secara dini.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DI Yogyakarta, Obing Hobir As'ari. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan lalu lintas media pembawa penyakit ikan yang semakin dinamis. Menurutnya, kemampuan petugas dalam melakukan pengambilan dan penanganan sampel yang tepat menjadi salah satu kunci utama dalam menghasilkan pengujian laboratorium yang akurat dan terpercaya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Dr. Laila, yang memberikan pemaparan materi mengenai teknik sampling untuk pemeriksaan penyakit ikan. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman terkait metode pengambilan sampel yang representatif, prosedur penanganan sampel, hingga teknik menjaga kualitas sampel agar tetap layak diuji di laboratorium.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pengambilan dan preparasi sampel untuk pengujian parasit, bakteri, dan virus penyebab penyakit ikan. Para peserta melakukan simulasi teknis laboratorium dengan pendampingan langsung dari narasumber dan tim teknis, mulai dari teknik pengambilan organ target hingga preparasi sampel sesuai standar pengujian laboratorium kesehatan ikan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi mengenai pengalaman di lapangan, tantangan dalam proses sampling, serta teknik preparasi yang efektif untuk meminimalkan risiko kontaminasi sampel.
Melalui kegiatan In House Training ini, Karantina Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi petugas karantina guna mendukung sistem pengawasan kesehatan ikan yang profesional, akurat, dan responsif dalam menjaga keamanan sumber daya perikanan Indonesia.

