Logo

Pegawai Karantina Jakarta Turut Andil dalam Pemecahan Rekor MURI

23 April 2026
1,127 dibaca
Pegawai Karantina Jakarta Turut Andil dalam Pemecahan Rekor MURI

JAKARTA - Salah satu pegawai Karantina DKI Jakarta mencatatkan kontribusi positif dalam ajang literasi nasional melalui partisipasi, Iqna Khayatina Rusli, dalam kegiatan pemecahan rekor MURI Cerpen Antikorupsi Terbanyak bersama Gol A Gong yang diadakan oleh Komunitas Pena Integritas bekerja sama dengan Yayasan Rumah Indonesia Menulis dan SIP Publishing. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Auditorium Randy - Yusuf, Gedung ACLC KPK RI, Jakarta Selatan. Iqna terpilih sebagai salah satu penulis berbakat dari daftar undangan nasional yang karyanya dinilai mencerminkan nilai-nilai integritas yang kuat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peluncuran buku dan penyerahan piagam Rekor MURI ini menjadi momentum penting dalam menyosialisasikan kampanye antikorupsi melalui jalur kreatif. Kehadiran perwakilan Karantina DKI Jakarta di tengah tokoh literasi dan pegiat antikorupsi menunjukkan bahwa aparatur negara memiliki peran aktif dalam membangun narasi positif di masyarakat. Selain sesi apresiasi, acara ini juga diisi dengan diskusi inspiratif bersama tokoh literasi nasional, Gol A Gong, untuk memperdalam makna integritas dalam setiap karya tulis.

Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, memberikan apresiasi mendalam atas pencapaian petugasnya yang mampu bersaing di tingkat nasional ini. "Keikutsertaan pegawai kami dalam rekor MURI ini adalah bukti nyata bahwa semangat antikorupsi telah menjadi identitas setiap insan di Karantina DKI Jakarta. Melalui karya sastra, kita dapat menyampaikan pesan integritas dengan cara yang lebih menyentuh hati masyarakat, selaras dengan tanggung jawab kami dalam menjaga keamanan sumber daya alam hayati dengan jujur dan transparan," ujar Amir.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Karantina DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya integritas dalam setiap aspek pelayanan. Selain menjalankan fungsi teknis pengawasan, partisipasi dalam kegiatan literasi seperti ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam dan menjunjung tinggi nilai antikorupsi. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, perlindungan terhadap kekayaan hayati Nusantara akan semakin kokoh dan kredibel di mata dunia.

Bagikan Berita