Banyumas - Pasar ekspor komoditas pertanian kini semakin menggeliat di kancah global. Salah satu yang menunjukkan tren lonjakan positif adalah komoditas daun cincau kering. Keberhasilan menembus pasar internasional secara masif ini diraih setelah seluruh produk dipastikan lolos serangkaian tindakan karantina.
Dalam siaran persnya, Hari Yuwono Ady selaku Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah berkomitmen memberikan pelayanan prima secara cepat, transparan, akuntabel dan terus mendukung akselerasi ekspor komoditas pertanian dan perikanan agar berdaya saing di kancah perdagangan global. Adanya konsistensi kualitas produk ekspor maka kepercayaan pasar global otomatis akan terus meningkat.
Petugas karantina Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap melakukan pemeriksaan terhadap 20 ton daun cincau kering di gudang pemilik sebelum berlayar ke Thailand. Serangkaian tindakan karantina dilakukan guna menjamin komoditas unggulan Banyumas tersebut tidak ditolak di negara tujuan. Keberterimaan daun cincau kering menunjukkan bahwa mampu berdaya saing di pasar luar negeri.
“Menggeliatnya ekspor daun cincau kering membuktikan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar biosekuriti internasional. Karantina Jawa Tengah melalui Satpel Pelabuhan Tanjung Intan melakukan pengawalan terhadap produk daun cincau kering bebas serangga Ahasverus advena, memenuhi kualitas standar internasional dan biosekuriti, “ujar Yohannes Kristiawan selaku Penanggung Jawab Satpel Pelabuhan Tanjung Intan.
Karantina Jawa Tengah terus memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat luas pentingnya Phytosanitary Certificate di negara tujuan sebagai jaminan tembus dan mencegah Notification of Non-Compliance (NNC). Daun cincau kering yang sering dikenal dengan sebutan jelly grass, kini menjadi rebutan pasar Thailand. Hal ini menjadi peluang emas untuk lebih berproduktif menghasilkan produk berlimpah berkualitas.
#KarantinaJateng
#JagaNegeri
#FasilitasiPerdagangan
#PerlindunganMaksimal
#PelayananOptimal




