Semarang (09/07) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah terus memperkokoh sistem pertahanan biologi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi melalui pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), eksportir. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui pengawalan ketat terhadap ekspor perdana talas beku (frozen taro) ke Australia.
Australia dikenal secara global sebagai salah satu negara dengan regulasi biosekuriti paling ketat di dunia. Untuk menembus pasar tersebut, setiap komoditas pertanian yang akan diekspor wajib melalui serangkaian tindakan karantina guna memastikan setiap tahapan produksi memenuhi persyaratan ekspor, higienis, aman dikonsumsi dan bebas dari potensi ancaman biologis.
Hari Yuwono Ady, Kepala Karantina Jawa Tengah menyampaikan bahwa selain melakukan fungsi pengawasan (border protection), karantina berkomitmen menjalankan peran fasilitasi perdagangan (trade facilitation). Melalui layanan digital terintegrasi Single Submission (SSm), pelaku usaha dapat mengajukan permohonan tindakan karantina secara cepat dan transparan hingga diterbitkannya Phytosanitary Certificate (PC) sebagai jaminan paspor hijau komoditas tersebut tembus ke negara tujuan.
Pada kesempatan ini Heri Widarta selaku Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan terjun langsung ke perusahaan eksportir SBG, melihat serangkaian proses produksi talas (Colocasia esculenta) dari awal hingga siap stuffing. Sejumlah 10,293 ton talas senilai 268 juta rupiah dilakukan pemeriksaan sebelum dikirim ke Australia menggunakan kapal laut. Puluhan ton talas beku dalam plastik bening higienis, diproduksi melalui proses pembekuan untuk menjaga keaslian rasa, tekstur, serta nutrisi alami tanpa menggunakan bahan pengawet kimiawi.
Seiring dengan Program Go Ekspor Barantin, pengawalan karantina dari hulu hingga hilir mengupayakan agar talas semakin dikenal sebagai produk premium dunia, memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, memperkuat sentra produksi talas di Jawa Tengah berdaya saing di kancah perdagangan internasional. Kualitas premium inilah yang membuat talas beku diminati kuliner dan pasar modern di Australia.
“Pengawasan karantina berfokus pada jaminan bebas ancaman biologis, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), rantai dingin di dalam kontainer reefer, memastikan talas bebas dari kontaminan tanah. Standardisasi pengemasan (packing) juga dipastikan kedap udara guna meminimalisasi risiko kerusakan fisik selama perjalanan. Sertifikasi karantina memberikan jaminan kepatuhan regulasi internasional mempermudah proses clearance setibanya puluhan ton talas tersebut di pelabuhan tujuan, “imbuh Hari.
#KarantinaJateng
#JagaNegeri
#FasilitasiPerdagangan
#PerlindunganMaksimal
#PelayananOptimal




