Logo

Sulap Limbah, Ratusan Ton Wood Pellet Bersertifikasi Menuju Transisi Energi Hijau

10 Juli 2026
67 dibaca
Sulap Limbah, Ratusan Ton Wood Pellet Bersertifikasi Menuju Transisi Energi Hijau

Semarang – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di tingkat global. Limbah kayu kadang diabaikan keberadaannya, tetapi pengolahan yang baik memberikan nilai ekonomi di pasaran. Wood pellet (pelet kayu) kini menjadi primadona pasar internasional sebagai bahan bakar ramah lingkungan pengganti batu bara.

Hal ini sejalan dengan target pencapaian Net Zero Emission (NZE) global. Permintaan secara rutin dari negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi bukti bahwa produk energi terbarukan berbasis biomassa memiliki kualitas premium yang berdaya saing di pasar dunia.

Kepala Karantina Jawa Tengah, Hari Yuwono Ady menjelaskan bahwa wood pellet merupakan bahan bakar alternatif terbuat dari pengolahan limbah industri kayu (serbuk gergaji, sisa potongan kayu) menjadi serbuk dipadatkan berbentuk silindris 8 mm. Melalui proses pemadatan dengan tekanan tinggi, limbah ini diubah menjadi pelet kayu energi berkalori tinggi dan emisi karbon relatif rendah. Produk ini digunakan sebagai bahan bakar di industri pembangkit listrik, industri makanan dan lainnya.

Petugas karantina melakukan pemeriksaan terhadap 272 ton wood pelet senilai 535 juta rupiah di.gudang penyimpanan milik PTTKPI sebelum bertolak ke Korea Selatan. Tak disangka produk limbah ini diminati pasar internasional dan bernilai jual tinggi. Melalui sertifikasi karantina, produk biomassa dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) untuk memenuhi standar fitosanitari yang ditetapkan negara tujuan.

“Guna mendorong pengembangan industri energi terbarukan perlu sinergi antara karantina, pelaku usaha, instansi terkait. Kolaborasi secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi memanfaatkan potensi daerah. Karantina Jawa Tengah terus mendukung akselerasi ekspor komoditas unggulan yang ramah lingkungan dan bebas ancaman biologis, “pungkas Hari.

#KarantinaJateng

#JagaNegeri

#FasilitasiPerdagangan

#PerlindunganMaksimal

#PelayananOptimal

Bagikan Berita