Logo

Merajut Kolaborasi, Menjaga Negeri : Karantina Jawa Timur Dukung Lahirnya Insan Dokter Hewan Profesional

5 Agustus 2026
26 dibaca
Merajut Kolaborasi, Menjaga Negeri : Karantina Jawa Timur Dukung Lahirnya Insan Dokter Hewan Profesional

Sidoarjo – Karantina Jawa Timur menghadiri Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Periode XVI Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang diselenggarakan di Bangsal Pancasila UWKS, Rabu (5/8). Kehadiran Karantina Jawa Timur dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia veteriner yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan kesehatan hewan di Indonesia.

Pengukuhan dan pengambilan sumpah dokter hewan merupakan momentum penting yang menandai lahirnya tenaga profesional yang akan berperan dalam menjaga kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, keamanan pangan asal hewan, serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan. Hal ini sejalan dengan peran strategis Karantina dalam melindungi sumber daya alam hayati melalui pengawasan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannta di pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran.

Plt. Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya hubungan baik antara Karantina Jawa Timur dengan Fakultas Kedokteran Hewan UWKS yang selama ini telah diwujudkan melalui program magang mahasiswa di lingkup Karantina Jawa Timur, “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh dokter hewan yang telah resmi mengucapkan sumpah profesi. Karantina Jawa Timur menyambut baik sinergi yang selama ini terjalin dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, khususnya melalui program magang mahasiswa di lingkungan Karantina. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pelaksanaan tindakan karantina, biosekuriti, pengawasan lalu lintas media pembawa, hingga sistem pelayanan perkarantinaan berbasis regulasi. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini semakin diperkuat melalui pengembangan kompetensi, penelitian, edukasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia veteriner yang mendukung perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia,” ujar Hudiansyah.

Lebih lanjut, Hudiansyah menegaskan bahwa profesi dokter hewan memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Karantina Indonesia. Kompetensi dokter hewan sangat dibutuhkan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan, pengambilan sampel, surveilans penyakit hewan, analisis risiko, penegakan tindakan karantina, hingga upaya pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Melalui kerja sama yang telah terjalin, Karantina Jawa Timur berharap dapat terus menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam mencetak lulusan dokter hewan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan, pemahaman terhadap regulasi perkarantinaan, serta mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat veteriner, dan implementasi pendekatan One Health di Indonesia.

Sinergi antara Karantina Jawa Timur dan Fakultas Kedokteran Hewan UWKS diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi dan profesi yang adaptif terhadap kebutuhan sektor kesehatan hewan, sekaligus memperkuat perlindungan sumber daya hayati Indonesia melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.

Bagikan Berita