Luwuk, ( 30/6)– Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah melalui satuan pelayanan Luwuk memberikan pelayanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional dalam mendukung kelancaran lalu lintas komoditas antardaerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelayanan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap media pembawa yang diangkut menggunakan KM Tilong Kabila di Pelabuhan Luwuk.
Leo, penanggung jawab satpel Luwuk mengungkapkan KM Tilong Kabila tiba di Pelabuhan Luwuk dari Kendari sebelum melanjutkan pelayaran menuju Gorontalo dan Bitung.
Lanjut Leo, Petugas Karantina Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan fisik serta verifikasi dokumen terhadap komoditas yang dilalulintaskan untuk memastikan seluruh persyaratan karantina telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ujar Leo
"Adapun komoditas yang dilayani meliputi pemasukan domestik bawang merah asal Bima ke Luwuk, serta pengeluaran domestik bibit mangga dan bibit alpukat dengan tujuan Bitung", ucap Leo.
Secara terpisah Kepala Balai Karantina Sulawesi Tengah, Alfian menegaskan bahwa setiap pelayanan karantina merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran hama dan penyakit hewan, organisme pengganggu tumbuhan, serta menjaga kelestarian sumber daya hayati Indonesia.
"Melalui pemeriksaan dan sertifikasi karantina, kami memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan aman, sehat, dan memenuhi persyaratan perkarantinaan sehingga distribusi antardaerah dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati," ujar Alfian
Kepala Karantina Sulawesi Tengah mengajak seluruh pengguna jasa untuk selalu melaporkan setiap komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan yang akan dilalulintaskan
"Kepatuhan pengguna jasa terhadap ketentuan perkarantinaan merupakan langkah penting dalam melindungi sumber daya alam hayati sekaligus mendukung perdagangan domestik yang aman, sehat, dan berkelanjutan", tutup Alfian.
Kembali ke Berita
Berita
Karantina Sulawesi Tengah Kawal Kelancaran Arus Komoditas Hewan, Ikan dan Tumbuhan di Pelabuhan Luwuk
30 Juni 2026
16 dibaca



